Danu Agoeslan Ajak Rakyat Jangan Pilih Pemimpin yang Track Recordnya Pakai Politik Identitas

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 17 Januari 2024 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presidium President Center dan Cucu Pendiri Yayasan Sabilil Muttaqien, Danu Agoesan. (Dok Pribadi)

Presidium President Center dan Cucu Pendiri Yayasan Sabilil Muttaqien, Danu Agoesan. (Dok Pribadi)

HALLOIDN.COM – Presidium President Center dan Cucu Pendiri Yayasan Sabilil Muttaqien, Danu Agoesan mengajak masyarakat berhati-hati dalam memilih pemimpin.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Dia mengingatkan agar tidak memilih pemimpin yang punya track record memakai politik identitas dan menghasut masyarakat dengan data bohong sebagai alat kampanye.

Danu Aguslan menyampaikan hal itu di Jakarta Selatan, Rabu 17 Januari 2024.

“Sudah saatnya masyarakat memiliki kekuasaan penuh untuk memilih pemimpinnya tanpa campur tangan pihak asing, yakni pada saat pemilu 14 Februari nanti.”

‘Karena keadaan dunia sekarang sedang tidak dalam keadaan baik baik saja dimana tengah berlangsung perang di Ukraina dan Timur Tengah”.

Baca artikel lainnya di sini : Pihak KPK Angkat Suara Terkait Sosok Pengganti untuk Mengisi Kekosongan Posisi Firli Bahuri

“Ditambah adanya pemilu di 60 negara pada tahun 2024 ini dikhawatirkan banyak kepentingan asing di Indonesia yang memiliki posisi geopolitik yang strategis dan memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah.”

“Oleh karena itu, saya ingatkan agar jangan sampai salah dalam memilih.”

“Utamanya jangan pernah memilih calon pemimpin yang suka memakai politik identitas dan menghasut dengan data bohong,” ujar Danu.

jasasiaran

Lihat juga konten video, di sini: Seribu Kiai Kampung Dukung Prabowo – Gibran Saat Gibran Rakabuming Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Sina

Pemimpin yang suka menghasut dengan data bohong, lanjut Danu, akan cenderung memiliki sifat yang menghalalkan segala cara.

Jika seorang pembohong menjadi pemimpin, maka dia akan sering mencuri kekayaan negara untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Kekayaan negara akan dikuras habis untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Maka masyarakat akan tetap menderita, sementara pemimpinnya akan menjadi semakin kaya,” kata Danu.

Lebih lanjut Danu mengungkapkan bahwa persatuan yang kuat di antara seluruh lapisan masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan.

Untuk menuju Indonesia maju, serta mementingkan kepentingan bangsa bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan kemajuan itu, maka Indonesia sejahtera akan bisa terwujud menuju kembali kepada kejayaan Nusantara seperti yang dicita citakan para leluhur bangsa agar menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Soal Pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Juli Antoni, Kaesang Pangarep: Tak Mungkin Bahas Masalah Politik
Prabowo Subianto Sowan ke Susilo Bambang Yudhoyono, Disambut Ratusan Warga Pacitan, Jawa Timur
Usai Ziarah Makam Orangtua, Prabowo Kunjungi Rumah Almarhum Jenderal Wismoyo Arismunandar
Wawancara di Podcast Deddy Corbuzier, Prabowo Subianto: Indonesia Bisa Mandiri dan Ramah Lingkungan
Prabowo Subianto Pegang Teguh Filosofi Kuno yang Berbunyi Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak
Usai Nyoblos Langsung Berenang, Prabowo Ungkap Alasan Berenang Merupakan Olahraga Paling Bagus Baginya
Lewat Tulisan di Media Prancis Atlantico, Prabowo Subianto Ceritakan Pengalaman Kampanye 2024
Mantan Mendag Muhammad Lutfi Tanggapi Kontroversi Film ”Dirty Vote’ yang Beredar di Masa Tenang
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:22 WIB

Menhan Prabowo Subianto dan Wakil PM Australia Richard Marles Bahas Perjanjian Kerja Sama Pertahanan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 10:09 WIB

Lanjutkan Proyek Pembuatan Jet Tempur dan Ekosistem Mobil Listrik, Indonesia dan Korea Selatan Sepakat

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:12 WIB

Disapa dengan Panggilan ‘My Brother’, Prabowo Subianto Terima Ucapan Selamat dari MBZ via Telepon

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:34 WIB

Presiden Jokowi Mengaku Tak Masalah Meskipun Insan Pers Kerap Memberi Kritik Tajam

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:28 WIB

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral

Senin, 19 Februari 2024 - 16:28 WIB

Begini Respons Presiden Jokowi Soal Kesiapan PDI Perjuangan Jadi Oposisi yang Berada di Luar Pemerintahan

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:47 WIB

VIDEO – Usai Ungguli Pilpres, Dubes Dominic Jermey Beri Selamat ke Prabowo Subianto dari Perdana Menteri Inggris

Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:40 WIB

PM Australia Ungkap Selamat dan Hormat kepada Prabowo Subiianto, Usai Ungguli Hasil Quick Count

Berita Terbaru